Obat merupakan salah satu faktor
terpenting dalam pelayanan kesehatan, oleh karena itu penting sekali kita
memperhatikan tata cara penyimpanan obat baik itu diapotek, instalasi farmasi
rumah sakit, puskesmas ataupun di gudang farmasi.
Beberapa tujuan kenapa obat harus
disimpan secara baik, diantaranya adalah :
1.
Persediaan aman
dan tidak mudah hilang
2.
Memudahkan
pengawasan persediaan stok, khususnya bagi obat yang mempunyai waktu kadaluarsa
dan obat dengan golongan psikotropika dan narkotika.
3.
Memelihara mutu
obat (menjaga stabilitas obat) dan perbekalan farmasi lain
4.
Mempermudah dan
mempercepat pelayanan, karena penyimpanan dilakukan menurut sistem tertentu.
Ada beberapa sistem atau tata cara
penyimpanan obat yang diterapkan di Apotek, Instalasi Farmasi dan Gudang
Farmasi diantaranya adalah :
1. FIFO dan FEFO
FIFO adalah
kependekan dari First in first out yang artinya barang yang datang
terlebih dahulu, dikeluarkan pertama. Biasanya penyimpanan obat dengan
menggunakan sistem FIFO ini digunakan untuk menyimpan obat tanpa
memperhatikan tanggal kadaluarsa.
Tetapi pada sistem FIFO ini
memiliki kekurangan jika diterapkan dalam penyimpanan obat yaitu :
Jika obat yang datang belakangan EDnya
(tanggal kadaluarsa) tinggal sebentar lagi atau lebih dekat waktu EDnya
daripada obat yang datang lebih dahulu maka obat yang ED tidak ketahuan
sebelum sempat digunakan.
FEFO adalah
kependekan dari first expiry first out yang artinya barang yang
lebih dahulu kadaluarsa (ED), yang akan dikeluarkan terlebih dahulu.
Tempatkan obat dengan tanggal kadaluarsa yang lebih pendek di
depan obat yang berkadaluarsa lebih lama. Bila obat mempunyai tanggal kadaluarsa
sama, tempatkan obat yang baru diterima di belakang obat yang sudah berada
di atas rak.
Penggabungan 2 sistem tersebut yaitu
FIFO dan FEFO adalah hal yang paling ideal dilakukan.
Keuntungannya dengan menggabungkan
ke dua sistem tersebut yaitu Obat-obat yang ada di penyimpanan tidak akan
terbuang karena kadaluarsa.
2. Berdasarkan abjad
Penyimpanan obat berdasarkan abjad bertujuan untuk
mempermudah pengambilan obat dan untuk penyimpanan berdasarkan abjad ini juga
harus berdasarkan bentuk sediaan.
Misal sediaan tablet kita urutkan dari huruf A
(Amoxilin), B (Betametason), C (Ciproheptadin) dan seterusnya
3.Berdasarkan generik dan non generik
Obat generik
dan non generik dipisahkan dan disusun berdasarkan abjad dan berdasarkan
bentuk sediaan, hal tersebut untuk memudahkan pengambilan obat baik yang
generik maupun non generik terutama diera BPJS sekarang ini.
4. Berdasarkan kelas terapi obat
Obat ini dikelompokkan berdasarkan khasiat atau
indikasi obat tersebut, misal golongan antibiotika dikelompokkan jadi satu
dengan golongan antibiotika, golongan analgetik-antipiretik dan lain
sebagainya.
5. Berdasarkan bentuk sediaan
Dikarenakan ada macam-macam bentuk sediaan obat
seperti yang sudah saya jelaskan diartikel sebelumnya maka sebaiknya obat yang
mempunyai kesamaan bentuk sedian di simpan
secara bersamaan di atas rak.
Misal untuk obat oral di simpan dirak yang sama namun
agar mudah penyimpanannya obat oral dengan sediaan tablet atau kapsul bisa kita
pisahkan dengan bentuk sediaan obat suspensi dll
6.Berdasarkan Stabilitas Obat
Dikarenakan obat-obat yang kita simpan bisa mengalami
kerusakan karena stabilitas obatnya terganggu maka dalam penyimpanan kita juga harus memperhatikan unsur-unsur
kestabilan obat diantaranya :
Suhu
Obat yang membutuhkan penyimpanan dengan suhu tertentu
harus disimpan sesuai dengan instruksi yang sesuai dengan yang tertulis pada
label atau box obat.
Mis : untuk vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat C,
jg untuk obat-obat supositoria dan pervaginam harus disimpan dalam suhu yang
sejuk (5-15° celsius, krn pada suhu tinggi, dapat membuat obat ini meleleh).
Obat-obatan tersebut jika tidak disimpan sesuai dengan
persyaratan akan membentuk kristal dan kehilangan aktivitas obatnya
Cahaya
Hampir semua obat kestabilannya akan terpengaruh oleh
sinar cahaya, sehingga untuk obat-obat tersebut biasanya dikemas dalam kemasan
tahan cahaya disimpan dalam wadah gelap
Contoh : epinefrin inj, vit c inj, vit k inj, impugan
inj
Kelembaban
Karena Obat bersifat menghisap uap air udara sehingga
menjadi lembab maka banyak obat dalam kemasan disertai pengering (silica gel)
agar tidak lembek . Contohnya obat dalam bentuk kapsul yang dalam kemasan
seperti botol biasanya disertai dengan silica gel agar tidak lembek dan
lengket.
Untuk itulah tidak disarankan untuk mengeluarkan obat
terutama dalam bentuk kapsul di telapak tangan dalam jangka waktu yang lumayan
lama karena ditakutkan obat tersebut bisa mengalami kerusakan
7. Berdasarkan
Undang-Undang
Point terpenting pada penyimpanan obat ini adalah
penyimpanan berdasarkan undang-undang yang berhubungan dengan narkotika dan psikotropika.
Obat-obat yang termasuk dalam psikotropika dan
narkotika harus disusun dan disimpan secara terpisah dengan obat-obat yang lain
dikarenakan ada pelaporan khusus yang harus kita serahkan ke dinas kesehatan
setiap bulannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar